SYAWAL BULAN PENINGKATAN

Di dalam mengarungi bulan syawal ini, sedikitnya ada 5 hal yang perlu ada pada peningkatan kualitas yang tampak dari diri kita. 

Pertama, Peningkatan kualitas amal ibadah 

Bulan Romadhon  telah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang muttaqin (pribadi yang taqwa kepada Allah) berbagai amal ibadah  pun kita lakukan baik itu wajib maupun sunnah.
Seiring dengan itu, peningkatan amal ibadah semestinya tampak pada diri kita setelah ramadhon berlalu. Seperti contoh di bulan Romadhon kita berpuasa dan di luar ramadhan kita lanjutkan dengan puasa-puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah seperti melakuan puasa sunnah syawal misalnya. Atau di bulan ramadhan kita melakukan solat tarwih pada malam hari dan diluar Romadhon kita lanjutkan dengan melakukan qiyamullail seperti sholat tahajjud misalnya.  
 
Sebaliknya jangan sampai amal ibadah kita menurun setelah romadon berlalu Sebagai contoh jangan sampai ketika Romadhon kita gemar membaca Al-qur’an,  tetapi setelah ramadahan kita jarang membaca Al-qura’n lagi,  atau ketika Romadhon kita gemar melakukan sholat berjamaah di masjid tetapi setelah Romadhon kita sudah  jarang lagi sholat berjamaah di masjid. 

Rasulullah bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ

Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Peningkatan kualitas kinerja 

Bulan Romadon telah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang tangguh dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, Kisah perang badar di bulan romadon juga telah mengajari kita untuk menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah putus asa dan tidak  bermalas-malasan. 

Sejalan dengan itu, peningkatan kinerja semestinya tampak pada diri kita setelah ramadhan berlalu. Dengan demikian semangat kita untuk mendapatkan karunia Allah semakin meningkat. Sehingga kita tidak mudah putus dalam melakukan pekerjaan, bahkan apa yang kita lakukan kita niatkan untuk meraih rido Allah dan tidak semata-mata untuk pemenuhan kebutuhan saja. Begitu juga bagi yang belum menemukan pekerjaan, belum menemukan jodoh teruslah berusaha, jangan putus asa, tingkatkan usaha dan berserah dirilah  pada Allah ta’ala.    

Dengan demikian mari kita senantiasa berdoa dan berusaha terus untuk mendapatkan karunia Allah dalam menggapai Ridho-NYA. Insyaallah pasti ada jalan pada setiap persoalan yang kita hadapi.  

Rasulullah bersabda: 

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ
“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani)

Ketiga adalah peningkatan pengetahuan keagamaan 

Bulan Romadon telah memotivasi kita untuk menyelami ayat-ayat ilahiyah yang sering kita lakukan melalui tadarrus al-qur’an. Hal itu sejatinya dapat meningkatkan kecintaan kita terhadap al-qur’an dan mendorong kita untuk mempelajarinya. 

Sejalan dengan itu, pengetahuan keagaman kita semestinya meningkat, semangat belajar agama kita juga meningkat, dan kecintaan kita terhadap agama jugameningkat setelah ramadahan berakhir. Alangkah disayangkan jika pada bulan Ramadhan kita gemar tadarrus al-qur’an, belajar al-qur’an tetapi setelah ramadhan kita tidak melakukannya lagi atau pada bulan ramadhan kita rajin mendengar ceramah agama tetapi setelah ramadan kita mulai malas untuk melakukan hal itu.   

Dengan demikian mari kita tingkatkan terus pengetahuan agama kita,  karena belajar agama tidak akan ada habis-habisnya. Dengan belajar agama akan memudahkan kita untuk menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan agama. Jangan malu untuk belajar agama, jangan malu untuk belajar al-qur’an meskipun usia sudah uzur, meskipun usia sudah tidak mudah lagi. Mari kita dukung lembaga-lembaga pendidikan agama dan majlis majlis taklim yang ada di daerah kita. 

Rasulullah bersabda: 
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

Keempat adalah  Peningkatan kualitasnya sitarurrahim  dan ukhwah Islamiyah 

Bulan ramadahan telah mendidik kita menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial melalaui anjuran-anjuran sedekah dan infak selama ramadhan serta kewajiban zakat fitrah. Tentunya hal itu dapat meningkatkan rasa persaudaran kita (ukhwah islamiyah kita) dalam hidup bersama daerah kita ini.   Dan alangkah di sayangkan jika satu sama lain enggan untuk saling memaafkan, enggan untuk saling melapangkan dada. Oleh karena itu momentum syawal ini mari kita jadikan momen untuk saling memaaffkan demi merajut dan meningkatkan kembali   silaturrahim dan ukwah islamiyah kita. 

Rasulullah bersabda: 

”Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani).

Kelima, peningkatan akhlaqul karimah (perilaku terpuji)  

Bulan ramadahan telah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang sabar, jujur, ikhlas melalui tuntutunan selama menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian sejatinya di bulan syawal ini kadar kasabaran kita, kadar keimanan kita, kadar ketaatan kita semakin meningkat sehingga terasa mudah bagi kita untuk menjalankan perintah Allah dan berbuat baik kepada sesama. 

Mukhlis Saleh Lubis 

Komentar